Menjaga Komitmen Pada Tujuan Da'wah
Seperti sudah teman-teman saksikan di Video, itulah sebuah profil ideal seorang kader dakwah, semangat dalam menajalankan amanah tanpa rasa kenal, biarlah lelah yang lelah mengejar kita, demikian perupamaan yang sering muncul.
Imam Al-Bana Mengingatkan kepada kita semua : "Maka demi Allah, wahai saudaraku yang mulia, apakah kaum muslimin telah memahami itu dari kitab Al-qur'an?, sehingga jiwa mereka membumbung tinggi, terbebas dari perbudakan materialisme, bersih dari syahwat dan hawa nafsu, tidak terjebak pada urusan-urusan sepele dan rendah, dapat mengarahkan wajah degan lurus kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, menegakkan kalimat Allah, berjihad di jalannya, menyebarkan agama-Nya serta membela syariat-syariatNya?/ Ataukah mereka justru telah menjadi tawanan syahwat serta budak hawa nafsu dan keserakahan, yang dipikirkan hanyalah makanan yang lezat, kendaraan mewah, pakaian indahm tidur yang menyenangkan isteri yang cantik, penampilan parlente dan gelar-gelar seabrek serta pangilan-panggilan yang membuat kita bangga, Mereka merasa puas dengan angan-angan dan sibuk dengan kepentingan pribadi, Mereka bilang menyelami laut perjuangan. Tetapi mereka sedikitpun tidak tersentuh air. Sungguh benar ketika Rasul bersabda: Celaka budak pakaian" (Risalah ayyi syaiin nadu an-nas)/
Sahabat juang yang dimuliakan oleh Allah, mari kita selami lebih dalam tentang sebuah kiat agar kita semua (terlebih yang menulis) tetap komitemen terhadap tujuan dakwah: paling tidak ada tiga prinsip yang harus pegang kuat-kuat :
- Ma'rifatul Ghayah (mengetahui tujuan), Allah adalah tujuan , da'wah yang kita lakukan hanyalah karena Allah, bukan karena jabatan, harta benda, kendaraan dan fasilitas lainnya, sehingga penampilan da'i adalah penampilan ahlullah, bukan penampilan ahluddunya, yang menjadi focus perhatiannya adalah memperbaiki niatnya dengan ikhlas dan bekerja sungguh-sungguh untuk keridlooan Allah, bukan mempebaiki penampilan fisik dan mencari perhatian publik. "katankanlah: "sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhan-ku kepada jalan yang lurus, yaitu agama yang benar, agama ibrahim yang lurus, dan ibrahim itu bukan termasuk orang-orang yag musyrik".
(TO BE Continued)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar