Sabtu, 16 Juli 2011

boneka kerdus yg lucu

Danbo?? Apa itu Danbo? Danbo adalah kepanjangan dari Danboard yang merupakan salah satu 'action figure' dari seri Revoltech dan diproduksi oleh perusahaan Kaiyodo di Jepang. Action figure merupakan mainan berpose dan memiliki karakter yang sering diambil dari tokoh-tokoh pada film, komik, manga, anime, video game atau acara televisi. Kebanyakan terbuat dari plastik, walaupun ada juga yang menggunakan bahan material lain. Kata 'Revoltech' itu sendiri merupakan gabungan dari 'Revolver Technology', karena pada seri ini menggunakan 'Revolver Joint' untuk sistem persendian pada tiap action fugure-nya. Penggunaan 'revolver joint' dapat memberikan kestabilan dan dimensi gerakan yang lebih luas, sehingga sangat memungkinkan action figure tersebut berpose secara dinamis dan bervariasi. Seri Revoltech pertama kali dirilis oleh Kaiyodo pada bulan Mei 2006, dan berlanjut mengeluarkan dua buah action figure seri Revoltech baru pada tiap bulannya. Untuk Danbo, Kaiyodo mengeluarkan tiga jenis, yaitu 2nd Generation Edition bernama Danboard (Miura Hayasaka in cardboard box suit) di tahun 2007, Limited Edition bernama Danboard with Amazon logo di tahun 2007 dan Danboard with 7-11 logo di tahun 2008.
Danbo sendiri di jepang dijual dengan harga mulai dari 5000 yen atau sekitar Rp. 500.000 rupiah per bijinya. Dalam serial manganya danbo mungil ini dapat bergerak ketika ada koin yang dimasukan kedalam mulutnya. Anda tertarik memilikinya? Saat ini boneka kardus ini bisa dipesan Online di Amazon.jp. Dasar Danbo, bikin gemes aja.

Kamis, 14 Juli 2011

ES JERUK PELEPAS DAHAGA (MOTIVASI UNTUK TETAP BERGAIRAH DALAM BEKERJA)

Setiap hari kita menghabiskan banyak waktu untuk bekerja, entah di kantor, pasar, sawah, lapangan atau di manapun kita berada. Seorang karyawan misalnya, rata-rata ia akan menghabiskan waktu 8 jam setiap hari. Delapan jam adalah waktu yang sangat panjang dan melelahkan bila kita tidak menikmati pekerjaan, tidak bersemangat, sedih, lesu, dan mengantuk. Seandainya dipaksakan pun hanya akan membuang waktu dan tenaga, karena hasilnya tidak akan maksimal.
Jenuh dan tidak menikmati pekerjaan adalah hal yang lumrah dalam kehidupan manusia. Tetapi kita harus pandai menyiasati agar hal tersebut tidak berlarut-larut dan menghambat produktivitas kita. Ada 7 kiat agar kita dapat menikmati pekerjaan dan mudah mengatasi kejenuhan, untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang optimal.
Langkah pertama sebelum memulai bekerja adalah mencintai pekerjaan kita terlebih dahulu. Bermacam faktor dapat memicu kejenuhan, sehingga kita tidak dapat menikmati pekerjaan. Tetapi bila kita mencintai pekerjaan yang sedang kita tekuni, maka kita akan merasa lebih berarti, karena pada dasarnya setiap orang di dunia ini memiliki peran dan sama-sama penting.
Mencintai pekerjaan juga akan mendorong semangat kita untuk bekerja dengan penuh tangung jawab. Mengutip kata-kata seorang guru etos kerja Indonesia, Jansen Sinamo, “Kerja adalah amanah, Anda harus bekerja dengan benar dan penuh tanggung jawab.” Bertanggung jawab dalam arti melakukan apa yang terbaik seringkali berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas hasil pekerjaan sekaligus semangat kerja kita.
Realitas kehidupan kerja juga tidak lepas dari berbagai macam hambatan, entah dalam bentuk persaingan atau sabotase, kurangnya fasilitas dan modal, tekanan dari atasan dan lain sebagainya. Tak jarang hambatan atau dalam bahasa positif disebut dengan `tantangan’ menjadikan kita tidak menikmati pekerjaan. Tetapi jangan pernah sekalipun membiarkan tantangan dalam pekerjaan menghambat kinerja kita.
Langkah yang dapat kita tempuh dalam menghadapi tantangan adalah berpikir positif. Dengan berpikir positif, kita akan melihat
tantangan sebagai jalan untuk meningkatkan kualitas diri kita. Pepatah bijak dari Jepang sebagaimana dikutip dalam The Prentice Hall Encyclopedia of World Proverb menyebutkan, “Adversity is the foundation of virtue  Tantangan adalah dasar dari kebaikan. ” 
Artinya, kita akan dapat menjaga semangat kerja tetap tinggi dan menikmati pekerjaan dengan selalu berpikir positif.
Selain itu, kenikmatan dalam menjalankan pekerjaan di antaranya dipacu oleh kemampuan yang kita miliki. Bila pekerjaan menuntut tingkat kemampuan tertentu, sementara kemampuan kita sendiri terbatas akan sangat mudah memicu suasana kerja yang menjemukan atau tidak menyenangkan. Alangkah baiknya jika kita selalu meningkatkan kemampuan, mengasah keahlian dan mengisi pikiran dengan informasi atau ilmu pengetahuan terbaru.
Langkah tersebut akan berpengaruh terhadap cara kita menyelesaikan pekerjaan, misalnya cara yang kita lebih bervariasi dan kreatif. Cara kerja yang kreatif lebih memastikan kita senang mengerjakan tugas kita. “…even without success, creative persons find joy in a job well done. Learning for its own sake is rewarding… – …meskipun tanpa kesuksesan, orang yang kreatif sangat menikmati pekerjaan yang dapat ia selesaikan dengan baik… Belajar hanya untuk meningkatkan kreatifitas akan selalu bermanfaat,” kata Mihaly Csikszentmihalyi.
Sementara langkah lain yang bisa kita tempuh untuk dapat menikmati pekerjaan adalah memupuk sikap konsisten. Seperti dikatakan sebelumnya bahwa kehidupan di dunia kerja sarat dengan aneka tantangan. Tetapi bila kita selalu bersikap konsisten terhadap tujuan semula, yaitu menghasilkan pekerjaan terbaik, maka keresahan, kekhawatiran, kebosanan dan segala yang kurang menyenangkan dalam pekerjaan akan tergantikan dengan rasa tenang dan senang. Pada akhirnya sikap konsisten tersebut menjadikan kita lebih maju dalam bidang pekerjaan kita.
Langkah selanjutnya adalah menetapkan skala prioritas dalam pekerjaan. Kerjakan tugas yang terpenting, dan menyelesaikannya sesuai dengan batas waktu yang sudah kita tentukan sendiri. Patuhilah target deadline atau batas waktu, dan kita patut malu jika melanggarnya. Dengan demikian, kita akan terpacu untuk segera menyelesaikan pekerjaan tanpa merasa terbebani.
Sementara itu, kita tidak dapat memungkiri bahwa kita selalu membutuhkan dukungan orang lain. John Ruskin menerangkan, “Every great man is always being helped by everybody, for his gift is to get good out of all things and all persons. Setiap orang yang hebat selalu didukung oleh orang lain, karena kebaikan yang ia dapatkan bersumber dari bermacam sebab dan dukungan orang lain.” Kecerdasan dalam mengelola hubungan dengan orang-orang dalam lingkungan sangat berpengaruh terhadap suasana psikologis kita saat bekerja, terlebih terhadap hasil pekerjaan.
Maka langkah yang harus kita tempuh adalah menciptakan suasana kerja yang komunikatif. Luangkan waktu setidaknya untuk mendengar dan berusaha memahami harapan dan persoalan yang sedang dihadapi oleh orang-orang dalam lingkup pekerjaan kita. Dengan demikian akan tercipta saling pengertian dan jalinan keakraban, yang pada akhirnya melahirkan suasana menyenangkan dalam bekerja.
Mungkin salah satu sebab kita tidak bersemangat kerja, bosan, malas dan lain sebagainya dikarenakan potensi kita kurang diberdayakan atau kurang dihargai. Kalau saja potensi itu digabungkan dengan semangat kerja, pasti hasilnya sangat mengagumkan. Maka langkah yang bisa kita tempuh adalah mencoba saling memotivasi dan menghargai sesama rekan
kerja, atasan, bawahan maupun kolega kerja.
Motivasi dan penghargaan tidak saja menciptakan keakraban dalam lingkungan kerja, tetapi juga mengobarkan semangat untuk berpacu dalam prestasi. “Motivation is the fuel, necessary to keep the human engine running. Motivasi adalah bahan bakar, sangat penting untuk menghela semangat kerja manusia,” kata Zig Ziglar. Dengan saling menghargai dan memotivasi, kita akan senantiasa mendapatkan sumber semangat untuk lebih giat bekerja.
Satu hal yang harus kita pikirkan, waktu akan terus berlari tanpa memandang apakah kita sedang bersemangat kerja, lesu, gembira atau mengantuk. Maka jangan sia-siakan waktu, lakukan pekerjaan sebaik-baiknya. Tujuh kiat di atas akan membantu kita bekerja dengan lebih baik, karena selalu ada jalan untuk melakukan pekerjaan kita dengan lebih baik. “There is a way to do it better…find it.  Selalu ada jalan untuk bekerja dengan baik…carilah,” kata Thomas Edison.
Sumber: Mengatasi Kejenuhan & Menikmati Pekerjaan oleh Andrew Ho.

Senin, 11 Juli 2011

belajar menghargai waktu dengan mengetahui skala prioritas

 Waktu adalah kehidupan,
Waktu adalah pilihan kemakmuran atau kehancuran
Setiap hidup dibatasi siang
Saat istirahat dipagari dengan malam
Saat muda akan bertemu dengan masa tua
Dan saat hidup pasti akan berujung dengan kematian
Maka, susnguh waktu sebagai satu-satunya pertaruhan
Waktu adaah kehidupan  
    pribadi ini di bangun di atas berbagai pilar, yaitu kemurnian akidah, benarnya ibadah, luasnya tsaqafah intelektual, kokohnya akhlaq, kekuatan fisik, kemampuan mencari penghasilan, mujahaddah terhadap jiwa, memberi manfa'at pada orang lain, perhatian pada waktu, dan kerapian dalam semua urusan.
    persoalan waktu serta tingkat urgensinya dalam realitas kita, awalnya kecil dan tak terbatas. akan tetapi, ia berkembang dan bergerak cepat, hingga menjadi hal nyata yang tidak mungkin kita hindari, atau kita abaikan
    dalam tulisan ini ane hendak memaparkan kaidah-kaidah aplikatif yang mengantarkan pada kesuksesan mengelola waktu secara bertahap, selangkah demi selangah sampai pada tingkat mahir dan apik dalam mengelola manajemen waktu.
    yuk kita simak uraian kata di bawah ini, semoga bermanfaat :
Langkah Pertama : kita perlu nich menganalisa sikap kita terhadap manajemen waktu dan mengenali sejauh mana  kemampuan kita dalam mengelola waktu. langkah ini sangat penting dan mendasar, sebab target kita adalah tercapainya efisiensi waktu. jika, kita telah mengelola waktu secara efektif.
Langkah Kedua : sebalinya sobat, apabila manajemen waktu dan efektivitas pemanfaatan waktu kita masih lemah, maka sangat perlu mengkaji adalah kita perlu menghayati urgensi waktu dan sejauh mana kebutuhan kita pada manajemen waktu. juga yang tidak kalah penting kita juga perlu memahami pemanfaatn waktu secara optimal, artinya optimalisasi hidup kita, sebab waktu merupakan modal dasar, apabila kita tidak mampu mengelolanya, maka kita tidak akan mampu mengelola sesuatu apapun.
    selanjutnya kita beralih ke Langkah Ketiga adalah belajar menyusun skala prioritas, komitmen pada kewajiban waktu dan mengatasi sikap menunda-nunda pekerjaan.
Langah Keempat adalah mengenali hal-hal yang kita butuhkan dalam mengelola waktu secara efektif dan menjadikannya sebagai pusat perhatian serta titik tolak dalam memenuhi perubahan.
langkah Kelima adalah mengenali hal-hal yang dapat menggangu manajemen waktu dan melemahkan kemampuan, sehingga kita dapat menghindarinya.
Langkah Keenam adalah mengenali cara mengatasi hal-hal yang dapat menyia-nyiakan waktu, biasanya, hal-hal itu muncul dari dua sumber yaitu lingkungan sekitar dan diri kita sendiri
Langkah Ketujuh adalah mengkaji cara meluruskan persepi kita yang keliru terhadap efisiensi waktu. di sini kita dapat memahami bahwa yang bermasalah buka waktu , tetapi cara pemanfaatannya.
Langkah Kedelapan adalah bagaimana memimpin rapat (meeting) dengan baik, meeting merupakan hal terpenting serta sarana komunikasi yang menghabiskan mayoritas waktu direktur, sebagai contoh kita bisa memberikan point-ponit penting kepada peserta meeting satu hari sebelum pelaksaan meeting sehingga peserta meeting bisa berfikir sebelum hari H.
Langkah Kesembilan adalah bagaimana mendelegasikan kerja dan tanggung jawab secata efektif.
Langkah Kesepuluh adalah belajar mengoptimalkan waktu santai sebagaimana mengoptimalkan waktu lelah, sebab hidup yang teratur dapat memberi peluang waktu untuk melakukan berbagai hal.
Langkah Kesebelas adalah mengkaji dan meneladani kisah manajemen waktu dari tokoh-tokoh yang berhasil dalam mengelola waktu, serta contoh applikatif tentang manajemen waktu yang efektif dan aplikasinya di lapangan.
Langkah Kedua belas spesial untuk yang udah punya anak nich, yang belum nikah dulu, eh malah nglantur oke kembali ke lappppppppppppp. laporan ? tulisan maksudnya, yaitu mendidik anak-anak agar menghargai waktu, sebab, keunggulan kita tersimpan pada kemampuan menjadikan orang-orang disekitar kita berjalan menuju satu gawang (GOLLLLLLLLLLLLL)--> satu sasaran bersama kita
Langkah ketiga belas adalah bagaimana melatih orang lain agar mampu memanfaatkan waktu secara optimal, teman-teman bisa mengikuti program pelatihan untuk meningkatkan perhatian pada urgensi waktu. juga memberi aspek-aspek pada peningkatan tersebut.
selamat mencoba sahabat.