Jumat, 06 Agustus 2010

puasa sebentar lagi

PERSIAPAN MENJELANG RAMADHAN
 Tips Persiapan Bulan Ramadhan "Tentunya ada diantara sahabat
yang
merasa kebingungan, mengenai apa-apa saja yang harus dan perlu
dipersiapkan
menjelang bulan Ramadhan. Untuk itu, bisa diterapkan persiapan-
persiapan
berikut ini :
*Pertama*, *I'dad Ruhi Imani, *yakni persiapan ruh keimanan.

Orang – orang yang saleh biasa melakukan persiapan ini seawal mungkin
sebelum datang Ramadhan. Bahkan mereka sudah merindukan kedatangannya
sejak
bulan Rajab dan Sya'ban. Biasanya mereka berdoa : "*Ya Allah,
berikanlah
kepada kami keberkatan pada bulan Rajab dan Sya'ban, serta
sampaikanlah kami
kepada Ramadhan*."

Dalam rangka persiapan ruh keimanan itu, dalam surah At-Taubah Allah
melarang
kita melakukan berbagai maksiat dan kedzhaliman sejak bulan Rajab.
Tapi
bukan berarti di bulan lain dibolehkan. Hal ini dimaksudkan agar
sejak bulan
Rajab kadar keimanan kita sudah meningkat. Boleh dikiaskan,bulan
Rajab dan
Sya'ban adalah masa pemanasan *(warming up),*sehingga ketika memasuki
Ramadhan kita sudah bisa bisa menjalani ibadah shaum dan sebagainya
itu bak
sudah terbiasa.

*Kedua, *adalah *I'dad Jasadi, *yakni persiapan fisik.

Untuk memasuki Ramadhan kita memerlukan fisik yang lebih prima dari
biasanya. Sebab, jika fisik lemah, bisa-bisa kemuliaan yang
dilimpahkan
Allah pada bulan Ramadhan tidak dapat kita raih secara optimal. Maka,
sejak
bulan Rajab Rasulullah dan para sahabat membiasakan diri melatih
fisik dan
mental dengan melakukan puasa sunnah, banyak berinteraksi dengan al-
Qur'an,
biasa bangun malam (*qiyamul-lail*
), dan meningkatkan aktivitas saat
berkecimpung dalam gerak dinamika masyarakat.

*Ketiga*, adalah *I'dad Maliya'h, yakni persiapan harta.

Jangan salah faham, persiapan harta bukan untuk membeli keperluan
buka puasa
atau hidangan lebaran sebagaimana tradisi kita selama ini.
Memersiapkan
harta adalah untuk melipatgandakan sedekah, karena Ramadhanpun
merupakan
bulan memperbanyak sedekah. Pahala bersedekah pada bulan ini berlipat
ganda
dibandingkan bulan-bulan biasa.

*Keempat, *adalah *I'dad Fikri wa Ilmi, *yakni persiapan intelektual
dan
keilmuan*. *

Agar ibadah Ramadhan bisa optimal, diperlukan bekal wawasan dan
*tashawur *(persepsi)
yang benar tentang Ramadhan. Caranya dengan membaca berbagai bahan
rujukan
dan menghadiri majelis ilmu tentang Ramadhan. Kegiatan ini berguna
untuk
mengarahkan kita agar beribadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW, selama
Ramadhan. Menghafal ayat-ayat dan doa-doa yang berkait dengan
perlbagai
jenis ibadah, atau menguasai berbagai masalah dalam fiqh puasa, juga
penting
untuk dipersiapkan.

Semoga persiapan kita mengantarkan ibadah shaum dan berbagai ibadah
lainnya,
sebagai yang terbaik dalam sejarah Ramadhan yang pernah kita lalui.
Aamiin.
Resume Mabit di Masjid Agung Surakarta,
.

sambut maru 2010